Minggu, 11 Januari 2009

BATU SALURAN KEMIH

BATU SALURAN KEMIH

Apakah Batu Saluran kemih itu ?



Batu saluran kemih merupakan suatu penyakit yang sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno, terbukti dengan ditemukannya batu pada kandung kemih seorang mumi.

Dalam bahasa medis disebut Urolithiasis yaitu penyakit yang ditandai oleh pembentukan batu dalam saluran kemih, Kebanyakan batu terbentuk dalam ginjal, dan sering disebut sebagai batu ginjal. Batu yang terbentuk akan menumpuk di dalam saluran ginjal, dan sebagian akan ikut mengalir bersama air kemih ke saluran kencing hingga kandung kemih.

Faktor faktor apa yang mempengaruhi terjadinya batu saluran kemih ?

Diduga ada kaitannya dengan gangguan aliran air kemih (urin), gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi yang kronis, kelainan bentuk saluran kemih (bawaan). Lebih dari 80% penyebab batu tak diketahui, dan dianggap bahwa penderita itu tubuhnya mempunyai bakat membentuk batu saluran kemih.

Lebih sering didapatkan pada usia 30 – 50 tahun. Pria dua kali lebih banyak dari perempuan.. Kelainan pada tulang misalnya tumor ganas pada tulang dapat menyebabkan pengeluaran zat kapur (kalsium) pada air kemih meningkat. memudahkan terbentuknya batu jenis tertentu.

Faktor dari lingkungan ynag mempengaruhi antara lain geografi Asupan air yang kurang dan kadar kalsium yang tinggi pada air minum yang dikonsumsi dapat meningkatkan angka kejadian batu saluran kemih. Diit: makanan yang banyak mengandung purin, oksalat dan kalsium yang berlebihan mempermudah terjadinya batu saluran kemih. Dikatakan pula bahwa pekerjaan yang banyak duduk ataupun kurang aktivitas (sedentary life) juga mempunyai kecenderungan timbulnya batu saluran kemih.

Bagaimana proses terbentuknya batu saluran kemih ?




Terdapat beberapa teori yang menjelaskan terbentuknya batu pada saluran kemih, diantaranya adalah teori yang menyatakan bahwa batu terbentuk di dalam urine (air kemih) karena adanya inti batu yang berupa kristal atau benda asing di saluran kemih, dimana partikel partikel yang kelewat jenuh konsentrasinya akan mengendap pada inti batu ini sehingga lambat laun akan terbentuk batu yang makin besar.

Teori lainnya juga menyebutkan bahwa infeksi pada saluran kemih akan menyebabkan bakteriuria, dimana kuman penyebab akan memecah urea menjadi amoniak yang membuat urine menjadi alkalis, dimana pada kondisi ini akan diendapkan persenyawaan yang mengandung fosfat membentuk batu jenis struvit (campuran ammonium magnesium fosfat). Kuman terbanyak penyebab infeksi saluran kemih ini adalah jenis Proteus.

Berkaitan dengan proses terbentuknya batu saluran kemih yang dipengaruhi beberapa factor terdapat beberapa jenis batu saluran kemih yang sering dijumpai diantaranya yaitu misalnya batu kalsium oksalat : berwarna coklat tua, bentuknya seperti murbei, serta terdiri dari kalsium oksalat monohidrat (whewelit) atau juga batu keras, mudah pecah, kuning muda, tajam, yang tertdiri dari kalsium oksalat dihidrat (weddelit). Batu jenis ini tampak jelas (sebagai bayangan putih) pada pemeriksaan foto roentgen. Batu kalsium fosfat : lunak, agak keputihan, licin, bias nampak jelas dalam roentgen dan sering bercampur dengan komponen batu lain. Batu tripelfosfat terdiri dari ammonium magnesium fosfat, dalam keadaan murni tidak terlihat pada foto roentgen, tetapi biasanya tercampur dengan kalsium fosfat sehingga terlihat, bentuk yang terkenal ialah batu koral atau batu tanduk rusa, yang terbentuk akibat infeksi oleh bakteri (batu struvit). Batu asam urat batu yang keras, kuning coklat, licin dan biasanya tidak tampak pada foto roentgen.

Batu sistin berwarna kuning muda,licin, teraba agak berlemak, terlihat pada foto roentgen, tetapi tidak tampak jika masih sangat kecil.

Bagaimana mengenali gejala batu saluran kemih ?



Pada tahap awal batu saluran kemih tidak memberikan keluhan yang khas, bahkan pada beberapa penderita tidak ada keluhan sama sekali. Batu jenis ini sangat berbahaya karena baru dapat diketahui setelah terjadi kerusakan ginjal yang hebat, contohnya adalah batu yang berbentuk tanduk rusa (staghorn) Batu jenis ini mengisi seluruh rongga dalam ginjal dan hampir tidak bergerak sehingga tidak terasa nyeri. Keluhan baru akan timbul setelah terjadi sumbatan (obstruksi), infeksi ataupun kombinasi keduanya.

Keluhan atau gejala gejala yang dapat dikenali antara lain:
1. Nyeri:

sumbatan maupun infeksi akan memberikan gejala nyeri. Sifat dan intensitas nyeri bervariasi dari rasa kemeng sampai kolik. Lokasi dan penjalaran nyeri kolik ini bisa di punggung atau pinggang dan turun ke lipat paha atau pada pinggang menjalar ke perut depan. Keluhan hebat ini bisa hilang timbul sering disertai gejala lain seperti berkeringat, tekanan darah turun sampai syok, pusing, berdebar debar, air kemih berkurang atau bahkan tidak bisa keluar yang disebahkan oleh sumbatan.

2. Kencing Tak lancar

3. Air kemih berwarna kemerahan :

Air kemih berwarna kemerahan karena tercampur oleh darah dari saluran kemih yang terkena goresan batu yang keras ataupun kerusakan dinding lapisan dalam saluran kemih.

4. Demam dan atau kedinginan atau menggigil :

Peningkatan suhu tubuh sering diakibatkan oleh infeksi kuman dan kerusakan ginjal, yang mana hal ini dapat merupakan keadaan gawat yang dapat mengancam keselamatan penderita.

Bagaimana penanganan batu saluran kemih ?

Batu yang sudah menimbulkan masalah yang ditandai dengan munculnya gejala gejala tersebut di atas hendaknya segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan untuk mendapatkan penanganan, ada beberapa macam cara tergantung pada penyebab, jenis batu, sarana yang ada maupun pertimbangan lainnya

Secara garis besar terdapat dua penanganan yaitu secara medik (obat obatan) dan dengan tindakan.

1.Terapi medik (obat obatan) ditujukan untuk batu yang ukurannya kurang dari 4 mm,

karena diharapkan dapat keluar spontan . Dengan syarat tidak boleh ada sumbatan,

tidak memperberat kerja ginjal.

2. Terdapat beberapa macam tindakan penanganan batu saluran kemih yaitu:

1. ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy) .Kelebihan alat ini adalah tanpa pembiusan dan tidak invasif, namun tidak semua batu saluran kemih dapat diterapi dengan cara ini. Dokter spesialis urologi yang menentukan bisa tidaknya cara ini dipakai sehingga memberikan hasil yang memuaskan.

2. Endourologi yaitu tindakan invasif minimal untuk mengeluarkan batu saluran kemih dengan cara memecahkan dan mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukkan langsung ke dalam saluran kemih. Jenis metode yang dipakai seperti PNL (Percutaneous nephrolithotomy), Litotripsi, dan Ureterorenoskopi (URS).

3. Bedah terbuka untuk klinik yang belum memadai fasilitas tindakan endourologi, .

Usaha usaha apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya batu saluran kemih ?

Usaha pencegahan yang bisa dilakukan pada umumnya meliputi empat hal yaitu:

(1) Menghindari kekurangan cairan dalam tubuh dengan minum cukup air dan diusahakan air kencing yang dihasilkan sebanyak 2 – 3 liter per hari.

(2) Diit makanan untuk mengurangi kadar zat komponen pembentuk batu sesuai dengan jenis batu yang pernah diderita sebelumnya. Aktivitas harian dan olah raga yang cukup. Sebaiknya olah raga yang loncat-loncat atau lari dan dilakukan secara teratur, setiap hari atau minimal tiga kali dalam seminggu

(3) Minum yang banyak, untuk tempat yang panas seperti Balikpapan dianjurkan untuk minum sebanyak 2,5 sampai 3 liter dalam 24 jam. UJrin harus berwarna putih. Bila urin kuning pekat, berarti kurang minum.

(4) Bila pernah mengidap batu saluran kemih, sebaiknya kontrol teratur karena batu selalu bisa kambuh,

0 comments:

Poskan Komentar

Pengikut


counter

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Search

Recent Post

Recent Comment

My Blog List

Messenger

Chat