Konsultasi Urologi

Senin, 22 Februari 2016


                             Infeksi Saluran Kencing

                                       Dr. Eddy Sunarno, SpU
                                          Spesialis urologi Siloam Hospitals Balikpapan
                       

Berdasarkan gejalanya, ISK dibagi dua bagian, yaitu ISK bawah dan atas.
ISK bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urin yang keruh, dan bau urin yang menyengat.
ISK atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian pinggang bisa disertai keluhan mual, dan demam.

Penyebab ISK

Sembilan dari sepuluh kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam usus besar dan sekitar anus. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang dia gunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini wanita lebih rentan terkena ISKkarena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat daripada jarak yang ada pada tubuh pria.
ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu.
Tes yang dilakukan untuk mendiagnosis ISK
Tes urin dan darah, pemeriksaan dengan menggunakan CT scan atau foto polos perut, sistoskopi, serta USG.

Pilihan pengobatan untuk mengatasi ISK

Penyembuhan ISK dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antibiotik,obat pereda nyeri seperti parasetamol juga mungkin diperlukan untuk meredakan demam atau rasa sakit yang ada.
ISK yang tergolong ringan biasanya sembuh setelah beberapa hari dilakukan pengobatan. Namun jika tergolong parah, penderita akan membutuhkan rawat inap beberapa hari di rumah sakit.

Akibat jika tidak mengobati ISK

Jika ISK dibiarkan berlaruttanpa diobati, dapat menimbulkan komplikasi yang tergolong serius, misalnya gangguan pada ginjal dan infeksi darah. dapat berujung pada komplikasi yang serius seperti gagal ginjal.
Penderita ISK juga tergolong berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi jika menderita diabetes, gangguan pada ginjal, sedang hamil, dan jika kekebalan tubuhnya sedang lemah, misalnya akibat kemoterapi.
Berikut ini adalah kelompok orang yang lebih berisiko terkena ISK:
§ Penderita batu ginjal dan pria yang mengalami pembengkakan kelenjar prostat – kedua kondisi ini dapat menghalangi pengosongan urin dari kandung kemih. Hal ini menyebabkan urin tertampung lebih lama dan akhirnya bakteri dapat berkembang biar.
§ Pemakai kateter atau alat bantu kencing
§ Cacat lahir – mereka yang memiliki kelainan pada struktur saluran kemihnya sehingga saluran tersebut tidak berfungsi secara baik, sangat berisiko terkena ISK.
§ Wanita– hal ini disebabkan jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat daripada jarak yang ada pada tubuh pria, sehingga bakteri dari anus bisa lebih mudah untuk masuk ke dalam uretra. Selain itu, wanita yang aktif secara seksual juga lebih mudah terkena ISK dibandingkan yang tidak.
§ Wanita yang telah menopause – kurangnya kadar estrogen setelah menopausemenyebabkan perubahan pada saluran kemih, sehingga saluran tersebut menjadi rentan terhadap infeksi.
§ Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi diafragma – jenis kontrasepsi ini dapat menekan kandung kemih dan mengganggu kinerja pengosongan urin
§ Wanita yang pasangannya menggunakan kondom berlapis spermisida – zat ini dapat menyebabkan iritasi pada vagina sehingga bakteri bisa mudah berkembang biak
§ Wanita yang sedang hamil.
§ Orang-orang dengan ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar – penderita kondisi ini rentan terhadap ISK karena bakteri dari tinja yang mudah masuk ke dalam uretra.
Selain dengan menggunakan obat-obatan dari dokter, penyembuhan ISK akan makin cepat berhasil jika ditunjang dengan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan di rumah, di antaranya:
§ Jangan tahan keinginan Anda untuk kencing karena dengan mengosongkan kandung kemih, Anda dapat mencegah bakteri untuk makin berkembang biak.
§ Minum banyak air.
§ Redakan nyeri dengan kompresan air panas.
ISK yang tergolong ringan biasanya akan sembuh beberapa hari setelah pengobatan dimulai. Namun jika ISK tergolong parah, terutama hingga menimbulkan komplikasi, penderita perlu dirujuk ke rumah sakit.

Mencegah ISK kambuh

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kambuhnya ISK.
§ Jika Anda selesai buang air besar maupun kecil, bersihkanlah dengan menggun kan tisu maupun air dari arah depan ke belakang.
§ Minumlah banyak air karena dengan Anda sering kencing, maka bakteri akan terbuang dan sulit berkembang biak.
§ Segera buang air kecil dan bersihkan organ intim Anda setelah berhubungan intim dengan pasangan.
§ Hindari penggunaan alat kontrasepsi diafragma atau kondom berlapis spermisida.
Jika ISK dibiarkan berlarutlarut tanpa diobati, terutama jika sering mengalaminya, bukan tidak mungkin ISK dapat menimbulkan komplikasi yang tergolong parah, di antaranya:
§ Gangguan pada ginjal. Saat seseorang terkena infeksi pada kandung kemih, bakteri dapat naik dan masuk ke ginjal. Jika terjadi, maka orang tersebut berisiko terkena infeksi ginjal dengan gejala berupa nyeri punggungmualdemam, hingga menggigil. Infeksi ginjal yang tidak segera ditangani dapat mengarah pada gagal ginjal atau kerusakan permanen pada organ tersebut.
§ Infeksi darah. Komplikasi ini terjadi ketika bakteri yang terdapat di dalam sistem saluran kemih memasuki aliran darah dan pada akhirnya turut menyerang organ-organ tubuh lainnya. Infeksi darah merupakan kondisi yang tergolong mematikan.
§ Prostatitis. Komplikasi yang hanya dialami oleh pria ini terjadi ketika kelenjar prostat mengalami peradangan. Gejala yang muncul bisa berupa rasa nyeri di daerah selangkangan saat buang air kecil atau saat ejakulasi.



Senin, 04 Januari 2016

MIKROPENIS

MIKROPENIS
(penis berukuran kecil)

Ukuran penis berukuran kecil pada anak tentu menimbulkan kecemasan pada orang tua.  Seharusnya semua orang tua menyadarinya sebelum anak mencapai akil balik atau usia puber.

Penis berukuran kecil selain faktor genetik disebabkan juga oleh kadar testosteron yang rendah. Sebaliknya bisa diakibatkan tingginya kadar estrogen dalam darah.

Gangguan pada hormon testosteron dapat dialami saat tumbuh kembang.  Keseimbangan kadar estrogen dan testosteron mengambil perang penting selain faktor genetik.

Penggunaan obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi hormon testosteron. Selain itu makanan yang mengandung zat isoflavon  yang terdapat dalam kedelai serta aun semanggi juga mengandung  zat tersebut.  Dalam isoflavon terdapat fitoestrogen. 

Di dalam tubuh fitoestrogen dipecah menjadi estrogen yang menghambat perkembangan hormon testosteron.

Kegemukan juga dapat memicu kadar estrorgen sehingga kadar testosteron ikut menurun dan memicu terjadinya mikropenis.

Ukuran penis yang normal tergantung usia.  Sebaiknya dideteksi sebelum anak berusia 13-14 tahun.
Salah satu pengobatan mikropenis adalah suntik hormon. Tujuannya merangsang pertumbuhan FSH dalam otak untuk memproduksi testosteron.
Selain bisa membantu perkembangan penis juga membantu menambah volume testis.

Minggu, 28 Desember 2014

DISFUNGSI EREKSI

Apakah yang dimaksud dengan disfungsi ereksi?

     Disfungsi ereksi (DE) adalah ketidakmampuan seorang pria untuk mencapai dan/atau mempertahankan kekerasan ereksi yang optimal untuk mencapai kepuasan seksual. DE merupakan keadaan yang umum terjadi pada berbagai rentang usia. Sekarang ini lebih dari 150 juta orang diseluruh dunia menderita DE dan jumlah tersebut diperkirakan meningkat dua kali lipat pada tahun 2025. Di Asia, jumlah pria yang menderita DE diperkirakan mencapai hampir 200 juta orang pada tahun 2025

     Berbagai kondisi kronis dapat mempengaruhi kekerasan ereksi, dan berhubungan dengan terjadinya DE. 
Prevalensi DE pada pria dengan berbagai penyakit kronis dan kebiasaan tertentu.
Selain itu, pria dengan kadar serum kolesterol total yang meningkat (>240mg/dL) mempunyai peningkatan resiko terjadinya DE hingga 80% dibandingkan pria dengan kadar kolesterol < 180mg/dL.

Selasa, 14 September 2010

VARICOCELE

VARIKOKEL
Penyebab Kemandulan Pada Pria
Dr. Eddy Sunarno, SpU
RS. Balikpapan Husada


Varikokel adalah varises yang terjadi di sekitar buah zakar.
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah balik disekitar buah zakar. Varises ini terjadi pada organ reproduksi, maka salah satu akibatnya dapat menghambat kesuburan pria.


Biasanya tampilan pembuluh darah yang berkelok-kelok dan menonjol berwarna kebiru-iruan dijumpai di tungkai bagian belakang atau betis, namun tampilan tersebut bisa juga terjadi pada buah zakar.
Pelebaran pembuluh darah yang terjadi pada buah zakar akan mengganggu fungsi testis sebagai "pabrik" sperma, baik dari segi jumlah maupun kualitas produksinya. Umumnya terdeteksi setelah seorang pria menikah sekian tahun namun tak kunjung dikaruniai anak. Dengan pemeriksaan saksama, barulah dapat diketahui kelainan yang menjadi penyebabnya.
Faktor Penyebab
Sampai saat ini penyebab pasti varikokel belum diketahui. Namun beberapa faktor di bawah ini dianggap sebagai pemicunya:
1. Faktor genetik
Orang tua dengan varikokel memiliki kecenderungan menurunkannya pada anak. Karena sejak lahir, anak-anak ini "mewarisi" pembuluh-pembuluh darah yang mudah melebar.
2. Makanan
Beberapa jenis makanan yang dioksidasi tinggi, dapat merusak pembuluh darah. Contohnya adalah makanan yang diolah dengan cara dibakar.
3. Suhu
Idealnya, suhu testis adalah 1-2 derajat di bawah suhu tubuh. Suhu yang tinggi di sekitar testis dapat memicu pelebaran pembuluh darah balik di daerah itu. Awalnya, suhu tinggi ini amat berpotensi menurunkan kualitas sperma yang pada gilirannya akan meng¬ganggu fungsi testis dalam menghasilkan sperma.
Suhu tinggi bukanlah hal yang "ramah" terhadap organ reproduksi pria. Para pria yang bekerja di pertambangan, juru masak profesional, atau mereka yang bekerja di tempat-tempat yang memiliki tingkat radiasi tinggi dan sejenisnya, merupakan kelompok yang beresiko tinggi terkena varikokel. Karena organ reproduksi mereka cenderung berada pada kondisi dengan suhu di atas rata-rata untuk jangka waktu lama.
4. Tekanan tinggi di sekitar perut
Pria dengan pekerjaan yang menyebabkan tekanan tinggi di daerah sekitar perut pun bisa memicu munculnya varikokel. Seperti buruh kasar. Akan tetapi kecenderungan dari efek ini tidak bisa disama ratakan pada setiap pria, sebab ada pria dengan gaya hidup tidak sehat semisal selalu berada di ruang dengan suhu tinggi pun ternyata tidak bermasalah..
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seberapa besar pengaruh varises terhadap kesuburan pria.
Ada beberapa tingkatan untuk menentukan berat ringannya varikokel.
Grade 1
Umumnya tanpa gejala/tanda-tanda yang bisa terlihat jelas, kecuali melalui pemeriksaan dokter. Pria dengan varikokel grade 1 biasanya tidak merasakan keluhan apa pun. Bahkan beberapa di antaranya tidak bermasalah dengan penantian hadirnya sang buah hati.
Grade 2
Bisa jadi bermasalah bisa juga tidak. Ini mungkin saja terjadi bila kuantitas produksi sperma yang bersangkutan relatif banyak dan mencukupi, sementara kualitasnya pun relatif bagus. Kalaupun ada penurunan jumlah sperma akibat varikokel, misalnya dari 150 juta menjadi 100 juta, spermanya tetap bisa membuahi sel telur pasangannya.
Sebaliknya, varikokel grade 2 akan jadi masalah bila jumlah sperma yang bersangkutan memang kurang, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Contohnya, bila produksi sperma si B hanya 25 juta. Munculnya varikokel tentu saja akan menjadi hambatan serius untuk membuahi sel telur pasangannya.
Secara umum, varikokel grade 2 belum bisa terlihat tanpa pemeriksaan dokter. Tebalnya kantong skrotum/buah zakar juga kerap menjadi faktor penghambat. Meski bila diraba dengan cermat, sebenarnya akan terasa vena yang menonjol dan berkelok-kelok. Beberapa orang mungkin mengiranya sebagai urat yang lazim terdapat pada testis.

Grade 3 dan 4
Bisa terlihat dengan mudah pada saat pria penderita berdiri. Pada kantong testisnya terlihat ada sesuatu yang bengkak yang jika diraba akan terasa seperti ada "gulungan" urat yang tidak teratur. Keluhan-keluhan yang biasanya terjadi diantaranya rasa pegal, sakit/nyeri di sekitar organ reproduksinya. Bila varikokel yang diderita sudah mencapai grade ini, biasanya dokter akan menganjurkan operasi.
Sedikit gambaran, tindakan operasi di sini adalah membuat sayatan kecil pada perut bagian bawah. Selanjutnya, pembuluh-pembuluh darah yang melebar tersebut akan ditarik dan "dikumpulkan" di satu tempat yang aman kemudian "dikunci" di situ dengan alat khusus. Operasi ini tentu saja akan membawa perubahan bermakna dalam hal penambahan jumlah sperma. Bahkan tidak berlebihan jika boleh disebut sebagai satu-satunya langkah penyelesaian.

Operasi sebagai jalan terakhir
Seperti halnya varises yang terdapat pada organ-organ tubuh lain, jalan terakhir varikokel adalah operasTindakan operasi adalah dengan membuat sayatan kecil pada perut bagian bawah. Selanjutnya, pembuluh-pembuluh darah yang melebar tersebut akan ditarik dan "dikumpulkan" di satu tempat yang aman kemudian "dikunci" di situ dengan alat khusus. Operasi ini tentu saja akan membawa perubahan bermakna dalam hal penambahan jumlah sperma. Bahkan tidak berlebihan jika boleh disebut sebagai satu-satunya langkah penyelesaian.

Fungsi seksual tidak terganggu
Varikokel pada dasarnya tidak mengganggu kemampuan seksual pria. Jadi, kendati sudah divonis mengidap varikokel grade 4, pria yang bersangkutan tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai laki-laki dengan baik. Sekali lagi, yang jadi masalah hanyalah hasilnya. Itulah mengapa dokter tidak akan "memaksa" seorang pria berumur 50 tahunan untuk operasi. Apalagi jika ia sudah punya 3 anak, tidak ingin punya anak lagi dan tidak ada keluhan sama sekali meski yang bersangkutan dinyatakan mengidap varikokel grade 4.
Beberapa upaya bisa dilakukan untuk pencegahan mengingat semua pria berpotensi untuk mengalaminya. Berikut adalah tip seputar varikokel.
Tip Seputar Varikokel
Beberapa hal berikut amat disarankan untuk meminimalkan terjadinya varises pada pria yang bisa berlanjut pada gangguan kesuburan.
• Hindari berendam di air panas terlalu sering karena air panas bisa mempengaruhi suhu di sekitar testis hingga merangsang terjadinya pelebaran pembuluh darah.


Gambar Varikokel

Selasa, 03 November 2009

ANDROPAUSE

ANDROPAUSE,
MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PRIA



Andropause adalah kondisi klinis akibat kekurangan androgen di dalam darah atau
penurunan sensitivitas testosteron di dalam jaringan. Akibat kekurangan testosteron di dalam jaringan dapat menyebabkan berbagai gejala dan tanda-tanda klinis, yakni
(1) menurunnya potensi dan libido,
(2) perubahan mood termasuk depresi, mudah tersinggung, dan kecemasan,
(3) mudah lelah dan sulit tidur,
(4) berkurangnya kekuatan otot serta menumpuknya lemak di organ,
(5) berkurangknya kepadatan tulang, dan
(6) menurunnya tanda-tanda seksual sekunder.

Perhatian masyarakat medis terhadap perubahan-perubahan fisiologik terhadap pria yang
berusia lanjut tidak sebanyak pada wanita yang mengalami menopause. Pada wanita
menopause terlihat sekali adanya perubahan yang drastis akibat menurunnya fungsi organ
reproduksi setelah terjadi penurunan yang mendadak hormon estrogen dan progeteron. Pada
pria penurunan fungsi gonad tidak terlihat nyata karena bersifat perlahan-lahan.

Beberapa ahli memakai istilah androgen deficiency in the aging male (ADAM) atau partial androgen deficiency in the aging male (PADAM).

Testosteron adalah hormon androgen yang paling banyak beredar di sirkulasi perifer.
Sebagian besar hormon ini diproduksi oleh sel Leydig testis (90-95%) dan sisanya (5-10%)
oleh kelenjar adrenal.

Pengaruh Testosteron pada Berbagai Organ
1. Susunan saraf pusat: Libido, energi, kognitif, memori
2. Liver : Menurunkan kadar kholesterol, HDL
3. Ginjal : Meningkatkan eritropoitin
4. Prostat : Bertambah besar,
5. Genital : Perkembangan genitalia, ereksi, pembentukan sperma
6. Jaringan lemak : pembakaran lemak meningkat, menurunkan penimbunan lemak pada perut
7. Tulang : meningkatkan densitas mineral tulang, Massa dan kekuatan otot.

ETIOLOGI

Penurunan tetosteron pada manula disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi faktor yang
sangat penting adalah menurunnya jumlah ataupun terjadi kerusakan sel-sel Leydig testis. Faktor Resiko Timbulnya Kekurangan Testosterone
• Usia lanjut
• Penyakit kronis: diabetes, gagal ginjal akut, infeksi HIV, rheumatoid artritis, kanker, dan
penyakit paru-paru obstruksi menahun,arteiosklerosis koroner
• Osteoporosis
• Obat-obatan: kortikosteroid sistemik, opiat, estrogen, antiandrogen
• Obesitas
• Malnutrisi
• Konsumsi alkohol kronis
• Stress fisis berat (luka bakar)
disamping itu semakin lanjut usia, terjadi beberapa perubahan histomorfologi pada testis,


TESTOSTERON DAN DISFUNGSI EREKSI

Usia lanjut diikuti oleh respon seksual yang menurun secara perlahan-lahan; dengan
manifestasi: sensitivitas penis menurun, bangkitnya respons seksual menjadi lama, rigiditas
penis berkurang, ereksi sulit dibangkitkan, orgasme kurang intens, terjadi lemahnya ereksi yang lebih cepat..
Prevalensi disfungsi ereksi pada usia 70 meningkat tiga kali jika dibandingkan dengan usia
30 tahun.. Adanya penyakit vaskuler, neurologis, psikologik, serta beberapa penyakit kronis lain pada usia tua yang bersamaan dengan rendahnya kadar testosteron memperberat kondisi disfungsi ereksi.

DIAGNOSA ANDROPAUSE

Diagnosis andropause ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis, dan
pemeriksaan laboratorium terutama kadar testosteron..
Pada pemeriksaan fisis dicari kemungkinan terdapat pembesaran payudara, disstribusi rambut pubis. Pemeriksaan testis diperhatikan konsistensi dan ukurannya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pemeriksaan colok dubur untuk mencari kemungkinan adanya pembesaran prostat atau kanker prostat.

KUESIONER DASAR ANDROPAUSE

1. Apakah libido anda menurun?
2. Apakah anda kurang tenaga?
3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik anda menurun?
4. Apakah tinggi badan anda berkurang
5. Aapakah anda merasa kenikmatan hidup menurun?
6. Apakah anda merasa susah dan cepat marah?
7. Apakah kekuatan ereksi anda berkurang?
8. Apakah anda merasakan kemampuan dalam berolah raga menurun?
9. Apakah anda sering mengantuk dan tertidur sehabis makan malam?
10. Apakah anda merasakan ada perubahan/penurunan pada prestasi kerja?

TERAPI

Tujuan terapi medis pada andropause adalah mengembalikan fungsi seksual antara lain
libido dan sense of well being. Tujuan lain terapi sulih hormon ini adalah mencegah terjadinya osteoporosis, memperbaiki densitas tulang, mempertahankan kejantanan, memperbaiki ketajaman mental, dan mengembalikan kadar growth hormone. Pemberian testosteron selain mengembalikan kadar testosteron di dalam serum juga mengembalikan kadar metabolit aktif testosteron, yakni dihidrotestosteron dan estradiol.

Jumat, 12 Juni 2009

STRESS DAN DISFUNGSI EREKSI

STRES DAN DISFUNGSI SEKSUAL

Dr. Eddy Sunarno, SpU

Spesialis Urologi RS Balikpapan Husada

Disfungsi Seksual sering terjadi pada usia tua. Namun saat ini didapatkan disfungsi seksual pada usia muda. Disfungsi Seksual yang paling sering terjadi yaitu Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini. Selama ini kita beranggapan bahwa Disfungsi Ereksi hanya dialami laki-laki usia lanjut, ada baiknya mulai menghilangkan anggapan tersebut karena banyaknya pasien laki-laki usia muda dengan Disfungsi Ereksi membuktikan bahwa dewasa ini banyak laki-laki usia muda bermasalah dengan kesehatan seksualnya.

Disfungsi Seksual yang terjadi seringkali disebabkan oleh pengaruh gaya hidup. Diantaranya pola konsumsi yang salah (makanan berkolesterol tinggi, manis, beralkohol dan rokok).

Faktor pekerjaan bisa ditebak juga mereka sebagian besar adalah karyawan penting atau pengambil keputusan di tempat kerjanya, sehingga sering tidak bisa mengelola stres dan sering lelah. Sering kali juga diperparah dengan konflik rumahtangga yang cenderung membuat komunikasi seksual dengan pasangannya tidak berjalan lancar.

Dahulu dipercayai bahwa 90% penyebab disfungsi ereksi adalah faktor psikis, tetapi

sekarang anggapan ini berubah setelah banyak diketemukan alat-alat untuk mendeteksi

adanya kelainan fisik penyebab disfungsi ereksi. Dan sekarang diperkirakan bahwa kurang

lebih 50% penyebabnya adalah organik.

Disfungsi seksual pada usia muda sering disebabkan factor psikis dibandingkan factor fisik Penyebab Faktor Psikis diantaranya

1. Stress (ketidakmampuan mengelola stress denagn baik) yang mungkin disebabkan pekerjaan maupun keluarga.
2. Kecemasan
3. Tidak percaya diri

Penyebab Faktor Fisik diantaranya

1. Kelelahan
2. Penyakit :penyakit hati, ginjal, stroke, hipertensi, kencing manis, trauma tulang punggung, dll
3. Obat-obatan

Wawancara atau anamnesis yang cermat dapat membedakan antara penyebab psikis dan fisik

Disfungsi seksual yang disebabkan oleh faktor psikis biasanya menunjukkan

ciri-ciri sebagai berikut:

1 Timbulnya mendadak dan didahului oleh peristiwa tertentu, misalnya sehabis

cerai/ditinggal isteri atau pasangannya, keluar dari pekerjaan, atau oleh tekanan kejiwaan.

2 Situasional yaitu disfungsi timbul bila hendak melakukan aktivitas seksual dengan wanita

tertentu, tetapi ereksi timbul kembali jika hendak berhubungan dengan wanita lain. Tidak

jarang pasien masih dapat merasakan ereksi yang maksimal dengan masturbasi, atau

membayangkan / menonton film porno, akan tetapi penis kembali lemas pada saat akan

melakukan senggama.

3 Ereksi nokturnal atau ereksi yang timbul pada saat bangun pagi masih cukup kuat, akan tetapi pada siang hari ereksi menurun atau bahkan sama sekali tidak dapat ereksi.

Penyebab psikis ini ada hubungannya dengan ansietas, ketakutan, perasaan bersalah,

dan tekanan. (salah mengelola stress), serta norma-norma agama.

Disfungsi ereksi yang disebabkan oleh kelainan fisik timbulnya gradual (perlahan-lahan), tidak tergantung situasi, dan ereksi pada pagi hari tidak terlalu keras.

HIPOSPADIA


HYPOSPADIA



Dr. EDDY SUNARNO, SpU
Spesialis Urologi

HIPOSPADIA adalah salah satu kelainan bawaan (kongenital) pada kelamin luar anak laki-laki. Kelainan ini sering ditemukan dan untuk mendiagnosanya pun terhitung mudah. Biasanya didapatkan secara kebetulan saat orang tua memandikan anaknya, atau melihat anak laki2 kencing seperti perempuan.
Ada sebagian tempat di Indonesia yang mengatakan penderita hipospadia sebagai anak laki2 yang disunat mahkluk halus. Hipospadia sendiri berasal dari dua kata yaitu “hypo” yang berarti “di bawah” dan “spadon“ yang berarti keratan yang panjang.
Penyebabnya sangat multifaktor dan sampai sekarang belum diketahui penyebab pasti dari hipospadia.
Namun, ada beberapa faktor yang oleh para ahli dianggap paling berpengaruh antara lain :
1. Gangguan dan ketidakseimbangan hormone. Hormone yang dimaksud
adalah hormone androgen yang mengatur organ kelamin pria.
2. Genetika
Terjadi karena gagalnya sintesis androgen. Hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen
yang mengode sintesis androgen tersebut sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi.
3. Lingkungan,
Biasanya faktor lingkungan yang menjadi penyebab adalah polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi gen.
Ditandai dengan 3 macam kelainan yang disebut dengan trias hypospadia yaitu
1.
Muara saluran kencing ada di bagian bawah penis, terletak lebih pangkal dari yang
normal, bisa di batang penis, pangkal penis atau di buah zakar bahkan ada yang di antara buah
zakar dan dubur.
2.
preputium (kulit luar penis bagian atas lebih panjang dari bagian bawah)
3.
adanya chorde (jaringan parut di batang penis sehingga bila ereksi akan terlihat bengkok)

Ada beberapa tipe hipospadia menurut letak muara uretra, antara lain :
1.
Anterior (ujung penis) yang terdiri dari tipe glandular dan coronal
2.
Middle (penis bagian tengah) yang terdiri dari distal penile, proksimal penile, dan
penoscrotal
3. dan 4.
Posterior (penis bagian belakang) yang terdiri dari tipe scrotal dan perineal.

Hipospadia sering disertai kelainan penyerta yang biasanya terjadi bersamaan pada penderita hipospadia. Kelainan yang sering menyertai hipospadia adalah :
1. Undescensus testikulorum (tidak turunnya testis ke buah zakar)
2. Hidrokel (adanya cairan di buah zakar)
3. Mikophalus / mikropenis (penis kecil)
4. Interseksualitas (bentuk kelamin seperti perempuan)

PENANGANAN
Operasi dilakukan dengan tahapan :
Chordectomy, yaitu membentuk penis menjadi lurus saat ereksi dengan cara menghilangkan jaringan chorde sebebas mungkin
Uretroplasty, yaitu membuat uretra sehingga muara uretra eksterna terletak di glan penis (ujung penis)
Untuk saat ini penanganan hipospadia adalah dengan cara operasi. Operasi ini bertujuan untuk merekonstruksi penis agar lurus dengan muara uretra pada tempat yang normal atau diusahakan untuk senormal mungkin.
Operasi sebaiknya dilaksanakan pada saat usia anak yaitu enam bulan sampai usia prasekolah. Hal ini dimaksudkan bahwa pada usia ini anak diharapkan belum sadar bahwa ia begitu “spesial”, dan berbeda dengan teman-temannya yang lain yaitu dimana anak yang lain biasanya kencing dengan berdiri sedangkan ia sendiri harus kencing dengan jongkok agar urin tidak jatuh ke mana-mana. Anak yang menderita hipospadia hendaknya jangan dulu dikhitan, hal ini berkaitan dengan tindakan operasi rekonstruksi.

Komplikasi yang mungkin timbul paska operasi :
1. Fistel uretrokutan,
2. Meatal stenosis
3. Infeksi
4. Divertikel uretra
5. Recurrent penile curvatura
6. Striktur uretra

Contoh gambar HIPOSPADIA







Pengikut


counter

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Search

Recent Post

Recent Comment

My Blog List

Messenger

Chat